
Berbagai upaya dilakukan, yang paling populer adalah dengan membuka virtual address di USA, Singapore atau New Zealand. Ada juga yang membuka account atas nama saudara, teman atau kenalan yang kebetulan tinggal di negara lain yang diterima oleh CLickbank. Bahkan mereka yang cukup modal sampai pergi ke Singapura untuk membuka account bank dan virtual office.
Saya sering bertanya dalam hati, harus sedemikian repot kah? Kenapa harus berusaha sedemikian rupa untuk mendapatkan account Clickbank? Ya, kenapa harus Clickbank? Kalau memang Clickbank belum membuka pintunya untuk kita di Indonesia, kenapa harus sedemkian repotnya mengurus ini itu untuk mendaftar? Tidak adakah alternatif affiliasi lain? Kalau sudah punya account Clickbank, terus apa? Apakah lantas jualan Anda akan laku keras? Mari kita lihat beberapa fakta berikut.
Clickbank memang memiliki kelebihan dalam kuantitas dan kualitas produk digitalnya, itu saya akui. Tetapi pembayarannya lambat, hampir sama dengan Adsense, karena Clickbank menerapkan kebijakan minimal 30-days money back guarantee, jadi penjualan harus menunggu minimal 30 hari baru dinyatakan clear dan komisi kita menjadi sah. Komisi kita juga dibayar dengan cek, yang memerlukan waktu pengiriman ke Indonesia dan memakan waktu pula untuk mencairkannya di bank lokal. Karena cek akan dikirim ke alamat virtual kita di negara lain, maka proses akan lebih panjang lagi baru sampai ke tangan kita.
Hal kedua, kalau buka virtual address di USA, misalnya lewat USA2ME, berarti kita akan dianggap sebagai warga negara USA dan akan wajib membayar pajak bukan? Lain hal kalau buat alamat di luar USA.
Hal ketiga, sukses affiliasi tidak hanya ditentukan oleh bagusnya produk. Produk hanya salah satu faktor saja. Yang lebih utama justru pada kesiapan kita memasarkannya. Apakah kita sudah punya opt-in list yang jumlahnya memadai sehingga kita bisa memasarkan produk Clickbank kepada mereka? Apakah kita sudah mahir dalam memilih produk niche dari ribuan produk yang ada di Clickbank? Apakah kita sudah menguasai promosi dengan PPC sepertiGoogle Adwords kalau mau memasarkannya melalui iklan? Atau apakah kita sudah mumpuni dalam membuat landing page yang SEO friendly dan memikat bagi visitors?
Hal keempat, adalah juga kenyataan bahwa tidak semua produk di Clickbank itu bagus dan tepat dengan niche yang kita bidik. Kita masih harus memerlukan metoda dan tools riset yang bagus untuk memilih yang terbaik dari ribuan produk yang ada. Apakah Anda siap dengan tambahan investasi untuk tools-tools marketing seperti ini?
Hal kelima, tidak adakah alternatif provider lain yang sejenis? Kenapa kita tidak mencobalayanan provider lain yang jelas-jelas menerima keanggotaan dari Indonesia seperti Paydotcom, atau provider yang lebih baru seperti Click2Sell, PayLoadz, dan e-Junkie. Provider-provider ini membayar kita lewat PayPal sehingga perputaran cashflow kita akan lebih cepat daripada CLickBank.
Hal keenam, selain provider alternatif, sebenarnya cukup banyak peluang affiliasi perorangan yang bisa kita ikuti. Dalam hal ini kita deal sendiri dengan pemilik produk tanpa perantara provider yang justru dalam hal-hal tertentu menguntungkan kita, misalnya peluang komisi yang lebih tinggi (karena tidak ada middle-man) dan pembayaran yang lebih cepat.
Saya sendiri mendapatkan income yang cukup baik dari Paydotcom, Click2Sell dan Payloadz (e-junkie baru saja bergabung) dan affiliasi perorangan. Apakah mungkin Anda dapat komisi 100% lewat provider? Dengan affilasi perorangan hal itu memungkinkan terjadi.
Tapi bagaimanapun, kalau Clickbank membuka pintu untuk Indonesia, saya mungkin yang pertama daftar deh hehehehehe. Saya optimis Clickbank tahun ini akan mengikuti jejak PayPal, terbuka untuk Indonesia, anda siap? Tunggu aja ya.
